Penasaran dengan Daftar Film Indonesia Tayang Bioskop April dan Mei 2014? Para penggemar Film di Bioskop khususnya Film Dalam Negri mungkin penasaran dengan Film Indonesia apa saja yang akan Rilis dan Tayang di Bioskop pada bulan April ini hingga Mei 2014 ?
Setelah browsing dan cari info tentang Movie Indonesia, ada beberapa Film Indonesia yang akan Rilis dan Tayang Bioskop bulan Apri - Mei 2014
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 April 2014
Daftar Film Indonesia Tayang Bioskop April-Mei 2014
Selasa, 28 Januari 2014
Film Marmut Merah Jambu Bioskop Mei 2014
Setelah di tahun 2013 kemaren Raditya Dika menghasilkan 3 Film Komedi Remaja yang lumayan jadi Unggulan di Bioskop, Film Cinta Brontosaurus - Cinta Dalam Kardus -dan- Manusia Setengah Salmon. Di tahun 2014 ini, Raditya Dika kembali hadirkan 2 Film baru yang akan tayang di Bioskop 2014 nanti, Film "Marmut Merah Jambu" dan "Malam Minggu Miko".
Selain dua Film baru, Raditya Dika juga mempersiap kan
Selain dua Film baru, Raditya Dika juga mempersiap kan
Rabu, 01 Januari 2014
The Raid 2: Berandal 2014 Trailer (Eksklusif)
Video The Raid 2: Berandal 2014 Trailer (Eksklusif) - Salah satu Film Action Indonesia yang paling ditunggu di tahun 2014 "The Raid 2: Berandal" yang udah selesai masa produksi dan siap tayang premier di Festival Film Sundance Amerika Serikat pada 21 Januari 2014. Film produksi Merantau Films ini merilis trailer baru dari Yahoo.com.
Setelah muncul trailer pertama yang menampilkan Iko Uwais
Setelah muncul trailer pertama yang menampilkan Iko Uwais
Jumat, 27 Desember 2013
Film Indonesia Tayang Bioskop Januari 2014
Daftar Film Indonesia Tayang Bioskop Januari 2014 - Suka nonton Film di Bioskop bareng temen, sahabat, keluarga atau Pacar. Mulai dari Film Hollywood, India, Korea, dan pastinya Film Indonesia. Kira-kira ada Film apaan di Januari 2014 khusus film Indonesia yang tayang di Bioskop?
Film Indonesia sekarang sudah banyak yang bagus dan berkualitas, seperti Film The Raid yang sukses dan akan ada The
Film Indonesia sekarang sudah banyak yang bagus dan berkualitas, seperti Film The Raid yang sukses dan akan ada The
Senin, 16 Desember 2013
Film The Raid 2: Berandal Tayang Maret 2014
Film The Raid 2: Berandal Tayang Bulan Maret 2014? Salah satu Film Indonesia yang paling ditunggu tahun 2014 "The Raid 2: Berandal", segera rilis dan akan tampil di Sundance Film Festival 2014. Film Action sequel kedua The Raid yang sempat sukses di Toronto Film Festival 2011, dan pastinya The Raid 2: Berandal ini bikin penasaran.
Film yang disutradarai Gareth Evans 'The Raid 2: Berandal' mulai
Film yang disutradarai Gareth Evans 'The Raid 2: Berandal' mulai
Jumat, 06 Desember 2013
Garuda Superhero Film Superhero Indonesia
Film Garuda Superhero 2014 Film Superhero Pertama Indonesia - Banyak sekali Film Superhero Hollywood yang diproduksi dan sukses dengan banyak fans dan penonton di seluruh dunia dan juga Indonesia. Film Superhero berarti menceritakan sosok Jagoan atau Pahlawan melawan para penjahat yang menjadi idola masyarakat. Walaupun fiksi, tapi banyak yang suka dan menjadi inspirasi.
Salah satu orang
Salah satu orang
Rabu, 09 Oktober 2013
Film Manusia Setengah Salmon Tayang Bioskop 2013
Para fans si cowok rada-rada 'Raditya Dika' pasti pada nungguin Film Terbaru Raditya Dika "Manusia Setengah Salmon" Tayang di Bioskop. Yasp, satu lagi sebuah film Raditya terbaru berjudul Manusia Setengah Salmon yang berarti film ketiga di tahun 2013 ini, rilis dan tayang bioskop 10 Oktober 2013.
Setelah sebelumnya membuat dua film 'Cinta Brontosaurus' dan 'Cinta Dalam Kardus', Raditya Dika
Setelah sebelumnya membuat dua film 'Cinta Brontosaurus' dan 'Cinta Dalam Kardus', Raditya Dika
Selasa, 21 Mei 2013
Film Jokowi Tayang Bioskop 20 Juni 2013
Film Jokowi Tayang Bioskop 20 Juni 2013 - Sosok Gubernur DKI "Joko Widodo" yang terkenal 'blusukan' ini, kisah kehidupan masa kecil hingga remaja di Film-kan dengan judul "Jokowi". Film biografi drama tentang Jokowi ini dibuat oleh KK Dheeraj dan disutradarai Azhar Kinoi Lubis.
Menurut info, film ini akan berkisah tentang kisah perjalanan hidup Jokowi alias Joko Widodo mulai dari masa kecil
Menurut info, film ini akan berkisah tentang kisah perjalanan hidup Jokowi alias Joko Widodo mulai dari masa kecil
Jumat, 29 Maret 2013
Film Cinta Brontosaurus di Bioskop
Info Sinopsis Film Cinta Brontosaurus di Bioskop - Sebuah film terbaru Raditya Dika yang diangkat dari salah satu bukunya yg kedua "Cinta Brontosaurus". Film bergenre komedi tapi gak jorok Raditya Dika yang lucu ini segera tayang di Bioskop Mei 2013 ini. Para penggemar Raditya dan Buku-bukunya pasti penasaran kan dengan Cinta Brontosaurus Movie ini?
Film Cinta Brontosaurus yg bergenre
Film Cinta Brontosaurus yg bergenre
Minggu, 17 Maret 2013
Java Heat Movie Indonesia di Bioskop
Film Java Heat Movie Indonesia di Bioskop - Sebuah film aksi indonesia terbaru kerjasama Indonesia dan Hollywood yg dibintangi gabungan aktor Hollywood dan pemain film indonesia "Java Heat" ini sempat bocor dan bisa di download. Film Java Heat ini diproduksi Margate House Film, yang sebelumnya membuat film trilogi Merah Putih, Darah Garuda dan Hati Merdeka.
Para penggemar film actions
Para penggemar film actions
Rabu, 31 Oktober 2012
Download Film Kungfu Pocong Perawan (2012)

Di sebuah perguruan Singa Putih tinggallah kakak pertama, Boh Siaw, bersama Boh Lam, Ang Pao, Gurunya, dan gadis perawannya, Mey Mey. Suatu hari, Boh Siaw diperintahkan gurunya untuk mengambil kitab suci. Setelah melakukan perjalanan tersebut, baru dirinya bisa meminang gadis perawannya tersebut. Akhirnya, Boh Siaw mengajak Ang Pao untuk menemani dirinya mencari kitab suci tersebut. Selama perjalanan, mereka dihantui oleh makhluk halus hingga pada akhirnya mereka berdua pun mengalami kecelakaan dan berubah menjadi pocong. Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Merasa tidak asing dengan poster film ini? Hmm yak pasti langsung teringat dengan film Kungfu Panda. Bedanya di poster film bung KKD kali ini dihiasi dengan 2 pocong. Belum lagi kalau kalian menyaksikan film ini secara keseluruhan, akan banyak adegan yang dicomot atau dijiplak dan dibuat dalam satu adegan di film ini. Saran gue sih lebih baik baca review gue aja daripada menonton film ini di bioskop.. Bukannya tidak mau mengapresiasi film-film Indonesia untuk ditonton di bioskop ya tapi kalau buruk lebih baca review dari penonton yang setia dengan tipe-tipe film tersebut. Sayang looh buang-buang duit, apalagi sekarang HTM bioskop sudah mahal.
Kungfu Pocong Perawan bisa dibilang film terbaik KKD dari segi sinematografi. Sumpah. Gueh. Gak. Bohong. Gambar di sepanjang 77 menit film ini jernih dan enak dipandang mata. Bisa dibilang KKD menggembleng habis-habisan DOP di film terbarunya kali ini. Namun sayang sekali, terbaik itu hanya terdapat di sisi sinematografi saja, sisanya? Hmm jauh dari kata cukup baik ataupun menarik untuk ditonton di bioskop.
Kalau dari masalah si pocong bisa berantem dengan manusia, itu sih gue masih bisa maklumi ya. Tapi kalau tidak lucu dan ujungnya garing bin membosankan rasanya aneh saja ya ada adegan tersebut. Akhir kata, film Kungfu Pocong Perawan adalah film Vividsm pertama di bulan April yang akan menghantui bulan April di bioskop kesayangan anda sebelum hadirnya Kuntilanak-Kuntilanak dan NENEK GAYUNG minggu depan.
Merasa tidak asing dengan poster film ini? Hmm yak pasti langsung teringat dengan film Kungfu Panda. Bedanya di poster film bung KKD kali ini dihiasi dengan 2 pocong. Belum lagi kalau kalian menyaksikan film ini secara keseluruhan, akan banyak adegan yang dicomot atau dijiplak dan dibuat dalam satu adegan di film ini. Saran gue sih lebih baik baca review gue aja daripada menonton film ini di bioskop.. Bukannya tidak mau mengapresiasi film-film Indonesia untuk ditonton di bioskop ya tapi kalau buruk lebih baca review dari penonton yang setia dengan tipe-tipe film tersebut. Sayang looh buang-buang duit, apalagi sekarang HTM bioskop sudah mahal.
Kungfu Pocong Perawan bisa dibilang film terbaik KKD dari segi sinematografi. Sumpah. Gueh. Gak. Bohong. Gambar di sepanjang 77 menit film ini jernih dan enak dipandang mata. Bisa dibilang KKD menggembleng habis-habisan DOP di film terbarunya kali ini. Namun sayang sekali, terbaik itu hanya terdapat di sisi sinematografi saja, sisanya? Hmm jauh dari kata cukup baik ataupun menarik untuk ditonton di bioskop.
Kalau dari masalah si pocong bisa berantem dengan manusia, itu sih gue masih bisa maklumi ya. Tapi kalau tidak lucu dan ujungnya garing bin membosankan rasanya aneh saja ya ada adegan tersebut. Akhir kata, film Kungfu Pocong Perawan adalah film Vividsm pertama di bulan April yang akan menghantui bulan April di bioskop kesayangan anda sebelum hadirnya Kuntilanak-Kuntilanak dan NENEK GAYUNG minggu depan.
Tanggal Rilis : 12 April 2012 (Indonesia)
Kualitas Video : VCDrip (BAGUS)
Bintang : Olga Syahputra, Jessica Iskandar
Genre : Comedy
Bintang : Olga Syahputra, Jessica Iskandar
Genre : Comedy
Download Film Mr Bean Kesurupan Depe (2012)

Seorang suami mengantarkan istrinya yang sedang hamil ke Jakarta, yang ngidam ingin sekali bertemu idolanya. Sayang, belum sampai Jakarta, mereka dicegat takdir mengenaskan, dibunuh dengan brutal oleh seorang psikopat. Well, kalau ini adalah film “normal” dengan citarasa horor lokal, mungkin kelanjutannya sepasang suami-istri tersebut akan jadi arwah penasaran dan menuntut balas kepada si pembunuh. Untungnya (atau malangnya) kita tidak akan ditawari cerita klise macam itu, yang sudah didaur-ulang ribuan kali sejak jaman sundel bolong-nya (alm) Suzanna. KKD dengan master-piece-of-syit-nya yang terbaru “Mr Bean Kesurupan Depe” tampak lugu menambahkan ber-layer-layer twist cerdas, memasukkan apapun yang ada di kepalanya ke dalam cerita, tak peduli jika pada akhirnya film ini sulit dicerna oleh otak, tidak masuk di akal dan idiot. Si suami, Parmin diperankan Doyok dan si istri Marni diperankan Dewi Perssik, tak ada kesan orang kampung, tak apa itu sangat-sangat wajar. Mereka naik becak menuju Jakarta dari kampung, masih normal. Lalu mereka nyasar ke sebuah hutan, menemukan pondok yang berisi potongan tubuh-tubuh manusia, ternyata itu sarang si psikopat alay—saya berharap KKD tiba-tiba menghentikan keidiotannya, berbalik membuat film slasher, tapi itu (tentu saja) tidak terjadi, harapan saya diperintahkan untuk nungging dan KKD sambil tertawa lebar menendangnya hingga jauh. Apakah masih normal setelah Parmin dan Marni mati, mereka jadi pocong berkain kafan warna-warni dan akhirnya bergabung dengan pocong-pocong lain di Asrama khusus pocong? yah semua masih terlihat normal, iya kan KKD?? Iyaa kan?? *cek tekanan darah*
Sebetulnya “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak hanya menceritakan Parmin dan Marni yang gagal ke Jakarta lantaran keburu di ho-oh-in psikopat (dibunuh maksudnya). “Mr Bean Kesurupan Depe” juga menceritakan sepasang kekasih yang mati ditabrak mobil kemudian jadi pocong juga, jadi penghuni asrama pocong pula. Cerita lainnya, ada pocong bule mirip Mr. Bean—di-credit-nya hanya ditulis “Mister Bean”—juga penghuni asrama pocong yang nantinya hanya jadi “pajangan” rombeng. Mondar-mandir tidak jelas dalam cerita, berusaha keras mengimitasi Mr. Bean asli (dari gerakan sampai raut muka) hanya untuk memuaskan apa yang saya namakan sejak awal “sebuah tindakan frustasi dan putus asa seorang KKD”. Biarlah, kali ini saya akan pura-pura terkejut melihat usaha keras penulis cerita (itupun jika ada), yang dengan telaten sekali menumpuk ceritanya menjadi tumpukan “sampah”. Ditambah Yoyok Dumprink memainkan peranan pentingnya sebagai sutradara dengan sangat apik, mengurutkan tumpukan “sampah” tersebut agar lebih bisa dinikmati oleh otak yang sudah mengkerut sampai segede “biji” kambing. Tidak perlu nyium ketek kiri genderuwo dulu untuk bilang kalau “Mr Bean Kesurupan Depe”, adalah karya ke-sekian dari KKD yang tak perlu dipertanyakan dan dijelaskan lagi seberapa besar efek ingin muntahnya, cukup melihat posternya yang punya design brilian itu, saya sudah tahu akan dilumuri muntahan sendiri selepas nonton filmnya.
“Poster film Indonesia terbaik sejauh ini, ada helikopter yang dinaikin catwoman nyemplung ke laut, ada perosotan, ada pocong mister bean, ada dakocan, perfect!”—Ita, pasien rumah sakit jiwa yang mengaku fans garis keras film-film KKD. Produser yang satu ini memang anti-mainstream, jika kebanyakan film Indonesia sudah capek dibilang jelek dan berlomba-lomba bikin filmnya bagus, KKD tetap berpegang teguh untuk idealis membuat film jelek. Seakan tak bisa lepas dari pemikiran “bikin film bagus itu nga akan laku”, tampilan filmnya tidak memanjakan mata, tak akan pernah dipedulikan, akting ala-busuk-nya juga dibiarkan, adegan demi adegan yang di-edit pakai power-point pun jadi lumrah, semua untuk menghasilkan satu tujuan mulia, yaitu film yang jeleknya mutlak (film bukan sih? terserah deh). “Mr Bean Kesurupan Depe” bukanlah film KKD jika jeleknya hanya setengah-setengah, memasukkan plot psikopat ditengah jalan hanya untuk memamerkan filmnya bisa mencampur-adukan genre seenaknya, lalu meninggalkan plot itu tak terselesaikan adalah keharusan. Apalah artinya film KKD tanpa plot-nya yang tumpang-tindih hanya numpang lewat sambil kentut lalu kemudian kayang melompati kecerdasan penontonnya. Apalah artinya film KKD tanpa penampakan-penampakan setan-setan bermuka gosong itu, signature khasnya itu masih akan diselipkan di “Mr Bean Kesurupan Depe”, walau porsinya agak dikurangi untuk memberi tempat pada si Mister Bean, yang di film ini asyik sendiri lalu-lalang tidak jelas diantara plot utama (emang ada?).
Diperlakukan sama dengan psikopat alay, si pocong Mister Bean juga nantinya akan dilupakan dalam cerita, KKD pikir sudah cukup membuktikan jika filmnya memiliki Mister Bean yang bukan “Mr. Bean”, hilangkan saja dia dan fokus lagi ke plot utama (penasaran, emang ada?)—plot utama untuk mengubah bentuk otak saya menjadi segitiga sama kaki. Sebegitu putus asanya seorang KKD sampai harus menipu orang-orang, bilang difilmnya ada Mr. Bean. Dulu sebelum memutuskan untuk memboyong aktris-aktris import dan Mr. Bean palsu, untuk membuat film jelek KKD hanya perlu trio macan yang mencuci kancutnya di kolam renang, apakah KKD sudah kehabisan ide membuat film-film jelek yang sesederhana itu, yang tak perlu menipu. Sejenius membuat kontroversi, KKD juga jenius menayangkan filmnya sebelum “The Dark Knight Rises”, karena “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak disangka-sangka semacam film “pendamping”, yang menceritakan asal mula seorang catwoman. Jika film Nolan nantinya tidak lebih bagus dari “kotoran” milik KKD, saya lebih baik gantung diri aja. Saya akui “Mr Bean Kesurupan Depe” adalah film (film bukan yah?) jelek, tapi KKD tidak lagi (bisa) menyaingi kejayaan film-film busuknya di era “Genderuwo”. “Mr Bean Kesurupan Depe”, seharusnya bisa lebih jelek daripada ini, KKD seharusnya bisa lebih baik daripada ini, pocong warna-warni, pocong lomba balap bajaj, pocong punya asrama, Mister Bean suka sama pocong Marni, psikopat alay, catwoman naik helikopter, catwoman konser, semua kebodohan di film ini seharusnya bisa lebih-lebih-lebih idiot. Untuk kali ini saya harus puas dengan “Mr Bean Kesurupan Depe” yang punya level jelek ala kadarnya. Sekian *telepon ambulan*
Sebetulnya “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak hanya menceritakan Parmin dan Marni yang gagal ke Jakarta lantaran keburu di ho-oh-in psikopat (dibunuh maksudnya). “Mr Bean Kesurupan Depe” juga menceritakan sepasang kekasih yang mati ditabrak mobil kemudian jadi pocong juga, jadi penghuni asrama pocong pula. Cerita lainnya, ada pocong bule mirip Mr. Bean—di-credit-nya hanya ditulis “Mister Bean”—juga penghuni asrama pocong yang nantinya hanya jadi “pajangan” rombeng. Mondar-mandir tidak jelas dalam cerita, berusaha keras mengimitasi Mr. Bean asli (dari gerakan sampai raut muka) hanya untuk memuaskan apa yang saya namakan sejak awal “sebuah tindakan frustasi dan putus asa seorang KKD”. Biarlah, kali ini saya akan pura-pura terkejut melihat usaha keras penulis cerita (itupun jika ada), yang dengan telaten sekali menumpuk ceritanya menjadi tumpukan “sampah”. Ditambah Yoyok Dumprink memainkan peranan pentingnya sebagai sutradara dengan sangat apik, mengurutkan tumpukan “sampah” tersebut agar lebih bisa dinikmati oleh otak yang sudah mengkerut sampai segede “biji” kambing. Tidak perlu nyium ketek kiri genderuwo dulu untuk bilang kalau “Mr Bean Kesurupan Depe”, adalah karya ke-sekian dari KKD yang tak perlu dipertanyakan dan dijelaskan lagi seberapa besar efek ingin muntahnya, cukup melihat posternya yang punya design brilian itu, saya sudah tahu akan dilumuri muntahan sendiri selepas nonton filmnya.
“Poster film Indonesia terbaik sejauh ini, ada helikopter yang dinaikin catwoman nyemplung ke laut, ada perosotan, ada pocong mister bean, ada dakocan, perfect!”—Ita, pasien rumah sakit jiwa yang mengaku fans garis keras film-film KKD. Produser yang satu ini memang anti-mainstream, jika kebanyakan film Indonesia sudah capek dibilang jelek dan berlomba-lomba bikin filmnya bagus, KKD tetap berpegang teguh untuk idealis membuat film jelek. Seakan tak bisa lepas dari pemikiran “bikin film bagus itu nga akan laku”, tampilan filmnya tidak memanjakan mata, tak akan pernah dipedulikan, akting ala-busuk-nya juga dibiarkan, adegan demi adegan yang di-edit pakai power-point pun jadi lumrah, semua untuk menghasilkan satu tujuan mulia, yaitu film yang jeleknya mutlak (film bukan sih? terserah deh). “Mr Bean Kesurupan Depe” bukanlah film KKD jika jeleknya hanya setengah-setengah, memasukkan plot psikopat ditengah jalan hanya untuk memamerkan filmnya bisa mencampur-adukan genre seenaknya, lalu meninggalkan plot itu tak terselesaikan adalah keharusan. Apalah artinya film KKD tanpa plot-nya yang tumpang-tindih hanya numpang lewat sambil kentut lalu kemudian kayang melompati kecerdasan penontonnya. Apalah artinya film KKD tanpa penampakan-penampakan setan-setan bermuka gosong itu, signature khasnya itu masih akan diselipkan di “Mr Bean Kesurupan Depe”, walau porsinya agak dikurangi untuk memberi tempat pada si Mister Bean, yang di film ini asyik sendiri lalu-lalang tidak jelas diantara plot utama (emang ada?).
Diperlakukan sama dengan psikopat alay, si pocong Mister Bean juga nantinya akan dilupakan dalam cerita, KKD pikir sudah cukup membuktikan jika filmnya memiliki Mister Bean yang bukan “Mr. Bean”, hilangkan saja dia dan fokus lagi ke plot utama (penasaran, emang ada?)—plot utama untuk mengubah bentuk otak saya menjadi segitiga sama kaki. Sebegitu putus asanya seorang KKD sampai harus menipu orang-orang, bilang difilmnya ada Mr. Bean. Dulu sebelum memutuskan untuk memboyong aktris-aktris import dan Mr. Bean palsu, untuk membuat film jelek KKD hanya perlu trio macan yang mencuci kancutnya di kolam renang, apakah KKD sudah kehabisan ide membuat film-film jelek yang sesederhana itu, yang tak perlu menipu. Sejenius membuat kontroversi, KKD juga jenius menayangkan filmnya sebelum “The Dark Knight Rises”, karena “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak disangka-sangka semacam film “pendamping”, yang menceritakan asal mula seorang catwoman. Jika film Nolan nantinya tidak lebih bagus dari “kotoran” milik KKD, saya lebih baik gantung diri aja. Saya akui “Mr Bean Kesurupan Depe” adalah film (film bukan yah?) jelek, tapi KKD tidak lagi (bisa) menyaingi kejayaan film-film busuknya di era “Genderuwo”. “Mr Bean Kesurupan Depe”, seharusnya bisa lebih jelek daripada ini, KKD seharusnya bisa lebih baik daripada ini, pocong warna-warni, pocong lomba balap bajaj, pocong punya asrama, Mister Bean suka sama pocong Marni, psikopat alay, catwoman naik helikopter, catwoman konser, semua kebodohan di film ini seharusnya bisa lebih-lebih-lebih idiot. Untuk kali ini saya harus puas dengan “Mr Bean Kesurupan Depe” yang punya level jelek ala kadarnya. Sekian *telepon ambulan*
Download Film Tanah Surga… Katanya (2012)

Deddy Mizwar sepertinya belum puas untuk bermain di sekitar wilayah drama satir. Setelah film-film semacam Kentut (2011) dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), Deddy kembali hadir sebagai produser – sekaligus hadir sebagai pemeran dalam kapasitas terbatas – untuk film terbaru arahan Herwin Novianto (Jagad X Code, 2009) yang berjudul Tanah Surga… Katanya. Dengan naskah cerita yang dittlis oleh Danial Rifki, Tanah Surga… Katanya mencoba untuk membahas struktur kehidupan masyarakat yang berada di daerah perbatasan negara Indonesia – Malaysia, khususnya dari segi ekonomi. Sebuah sentuhan kritis yang jelas terasa begitu sensitif, namun Tanah Surga… Katanya mampu menyajikannya dengan penceritaan yang elegan.
Tanah Surga… Katanya berkisah mengenai dilema kehidupan yang dialami oleh Hasyim (Fuad Idris) ketika ia diajak oleh anaknya, Haris (Ence Bagus), untuk meninggalkan desanya yang berada di daerah pinggiran perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Barat dan berpindah ke Malaysia. Pilihan ini sendiri diberikan oleh Haris karena selama ini ia telah mendapatkan rezeki yang melimpah dengan bekerja di Malaysia sekaligus mengingat fakta bahwa kehidupan masyarakat di daerah pinggiran tersebut sama sekali tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah Republik Indonesia. Sebagai seorang mantan pejuang kemerdekaan yang masih menggenggam nilai-nilai nasionalisme yang tinggi, Hasyim jelas menolak ajakan tersebut. Akhirnya, Haris hanya mengajak puterinya, Salina (Tissa Biani Azzahra), untuk berangkat ke Malaysia dan meninggalkan ayah beserta puteranya, Salman (Osa Aji Santoso), yang tidak ingin meninggalkan sang kakek sendirian.
Dilema kehidupan di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia tidak semata-mata hanya dialami oleh Hasyim dan keluarganya. Tanah Surga… Katanya juga menyinggung mengenai masalah pendidikan melalui karakter guru muda bernama Astuti (Astri Nurdin) yang harus berjuang mengajar sendirian di desa tersebut karena keterbatasan tenaga guru yang mengajar disana. Ada juga karakter Anwar (Ringgo Agus Rahman), seorang dokter yang berasal dari Bandung yang baru saja tiba disana setelah ditugaskan dari kota asalnya di Bandung. Melalui kehidupan yang dijalani oleh karakter-karakter tersebut di sepanjang penceritaan film inilah Tanah Surga… Katanya berusaha menunjukkan bahwa tanah air Indonesia tidak seindah dan semakmur bayangan masyarakatnya selama ini, khususnya ketika pemerintah sama sekali bersikap acuh kepada nasib keseharian para warganya.
Satir yang disajikan oleh Tanah Surga… Katanya memang secara berani mengkonfrontir berbagai isu yang dihadapi oleh Indonesia selama ini dengan Malaysia. Memang, jalan cerita film ini bukanlah berniat untuk menanamkan semangat kebencian terhadap negara tetangganya tersebut. Tanah Surga… Katanya memilih untuk membandingkan secara langsung bagaimana kesejahteraan kehidupan yang saling bertolak belakang antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia yang hidup di garis perbatasan, dan bagaimana masyarakat Indonesia mengais-ngais rezeki di wilayah negara tetangganya akibat kurangnya kepedulian pemerintah yang berujung pada hilangnya pula rasa kecintaan dan nasionalisme masuarakat di daerah tersebut terhadap negeri kelahiran mereka sendiri. Kritis. Tajam. Namun pada kebanyakan bagian, Tanah Surga… Katanya justru terkesan menyalahkan kesejahteraan negeri tetangga yang begitu memikat daripada mengeksplorasi masalah yang dihadapi karakter masyarakat di wilayah Indonesia dan usaha mereka untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Satir dan sindiran mengenai sikap nasionalisme di dalam jalan cerita Tanah Surga… Katanya sendiri mampu dihadirkan secara elegan, melalui berbagai dialog maupun adegan sindiran yang cukup berhasil untuk menghantarkan pesannya – walau pada beberapa bagian terkesan dieksekusi secara terlalu berlebihan. Pun begitu, kematangan kemampuan penampilan akting para jajaran pengisi departemen akting Tanah Surga… Katanya berhasil membuat berbagai sisi kehidupan yang ingin disampaikan film ini menjadi dapat tersampaikan dengan lugas. Pujian khusus tentu layak disematkan kepada pemeran Salman, Osa Oji Santoso, yang mampu memberikan penampilan akting yang apik sekaligus menjaga ritme emosional cerita di setiap penampilannya. Nama-nama lain seperti Ence Bagus, Fuad Idris, Ringgo Agus Rahman – yang sepertinya semakin baik dalam memilih peran-peran yang ia mainkan, Astri Nurdin dan Norman Akyuwen semakin menambah kokoh kekuatan pondasi akting film ini.
Herwin Novianto sendiri harus diberikan pujian atas kemampuannya untuk mengarahkan film ini, baik dari sisi penjagaan alur ritme penceritaan film maupun pengarahan dari tata produksi film ini. Jelas tidak mudah untuk mengarahkan sebuah drama satir agar tetap mampu dinikmati oleh khalayak ramai. Namun, Herwin berhasil mengeksekusi naskah cerita arahan Danial Rifki dengan cukup baik. Kekuatan penceritaan tersebut juga didukung dengan kualitas penampilan audio dan visual yang begitu berkelas. Sinematografi arahan Anggi Frisca mampu menangkap alam Kalimantan dengan penuh kesan eksotismenya, sementara tata musik karya Thoersi Argeswara juga mampu mengisi setiap adegan dengan tambahan emosi yang lebih kuat.
Harus diakui, jika dibandingkan dengan film-film Indonesia lain yang bertema serupa seperti Batas (2011) atau Tanah Air Beta (2010), Tanah Surga… Katanya memiliki nilai kritikan yang jauh lebih tajam. Sayangnya, seiring dengan berjalannya durasi film, Tanah Surga… Katanya menjadi kehilangan fokus, berlarut dalam drama yang kurang mampu tergarap dengan baik dan semakin bertele-tele dalam penyampaian ceritanya. Pun begitu, dukungan keapikan penampilan akting para jajaran pemerannya serta kualitas tata produksi film ini setidaknya tetap mampu membuat Tanah Surga… Katanya menjadi sebuah sajian yang berkualitas untuk disimak. Tidak istimewa, namun jelas sebuah hasil produksi dengan kualitas yang cukup memuaskan.
Tanah Surga… Katanya berkisah mengenai dilema kehidupan yang dialami oleh Hasyim (Fuad Idris) ketika ia diajak oleh anaknya, Haris (Ence Bagus), untuk meninggalkan desanya yang berada di daerah pinggiran perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Barat dan berpindah ke Malaysia. Pilihan ini sendiri diberikan oleh Haris karena selama ini ia telah mendapatkan rezeki yang melimpah dengan bekerja di Malaysia sekaligus mengingat fakta bahwa kehidupan masyarakat di daerah pinggiran tersebut sama sekali tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah Republik Indonesia. Sebagai seorang mantan pejuang kemerdekaan yang masih menggenggam nilai-nilai nasionalisme yang tinggi, Hasyim jelas menolak ajakan tersebut. Akhirnya, Haris hanya mengajak puterinya, Salina (Tissa Biani Azzahra), untuk berangkat ke Malaysia dan meninggalkan ayah beserta puteranya, Salman (Osa Aji Santoso), yang tidak ingin meninggalkan sang kakek sendirian.
Dilema kehidupan di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia tidak semata-mata hanya dialami oleh Hasyim dan keluarganya. Tanah Surga… Katanya juga menyinggung mengenai masalah pendidikan melalui karakter guru muda bernama Astuti (Astri Nurdin) yang harus berjuang mengajar sendirian di desa tersebut karena keterbatasan tenaga guru yang mengajar disana. Ada juga karakter Anwar (Ringgo Agus Rahman), seorang dokter yang berasal dari Bandung yang baru saja tiba disana setelah ditugaskan dari kota asalnya di Bandung. Melalui kehidupan yang dijalani oleh karakter-karakter tersebut di sepanjang penceritaan film inilah Tanah Surga… Katanya berusaha menunjukkan bahwa tanah air Indonesia tidak seindah dan semakmur bayangan masyarakatnya selama ini, khususnya ketika pemerintah sama sekali bersikap acuh kepada nasib keseharian para warganya.
Satir yang disajikan oleh Tanah Surga… Katanya memang secara berani mengkonfrontir berbagai isu yang dihadapi oleh Indonesia selama ini dengan Malaysia. Memang, jalan cerita film ini bukanlah berniat untuk menanamkan semangat kebencian terhadap negara tetangganya tersebut. Tanah Surga… Katanya memilih untuk membandingkan secara langsung bagaimana kesejahteraan kehidupan yang saling bertolak belakang antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia yang hidup di garis perbatasan, dan bagaimana masyarakat Indonesia mengais-ngais rezeki di wilayah negara tetangganya akibat kurangnya kepedulian pemerintah yang berujung pada hilangnya pula rasa kecintaan dan nasionalisme masuarakat di daerah tersebut terhadap negeri kelahiran mereka sendiri. Kritis. Tajam. Namun pada kebanyakan bagian, Tanah Surga… Katanya justru terkesan menyalahkan kesejahteraan negeri tetangga yang begitu memikat daripada mengeksplorasi masalah yang dihadapi karakter masyarakat di wilayah Indonesia dan usaha mereka untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Satir dan sindiran mengenai sikap nasionalisme di dalam jalan cerita Tanah Surga… Katanya sendiri mampu dihadirkan secara elegan, melalui berbagai dialog maupun adegan sindiran yang cukup berhasil untuk menghantarkan pesannya – walau pada beberapa bagian terkesan dieksekusi secara terlalu berlebihan. Pun begitu, kematangan kemampuan penampilan akting para jajaran pengisi departemen akting Tanah Surga… Katanya berhasil membuat berbagai sisi kehidupan yang ingin disampaikan film ini menjadi dapat tersampaikan dengan lugas. Pujian khusus tentu layak disematkan kepada pemeran Salman, Osa Oji Santoso, yang mampu memberikan penampilan akting yang apik sekaligus menjaga ritme emosional cerita di setiap penampilannya. Nama-nama lain seperti Ence Bagus, Fuad Idris, Ringgo Agus Rahman – yang sepertinya semakin baik dalam memilih peran-peran yang ia mainkan, Astri Nurdin dan Norman Akyuwen semakin menambah kokoh kekuatan pondasi akting film ini.
Herwin Novianto sendiri harus diberikan pujian atas kemampuannya untuk mengarahkan film ini, baik dari sisi penjagaan alur ritme penceritaan film maupun pengarahan dari tata produksi film ini. Jelas tidak mudah untuk mengarahkan sebuah drama satir agar tetap mampu dinikmati oleh khalayak ramai. Namun, Herwin berhasil mengeksekusi naskah cerita arahan Danial Rifki dengan cukup baik. Kekuatan penceritaan tersebut juga didukung dengan kualitas penampilan audio dan visual yang begitu berkelas. Sinematografi arahan Anggi Frisca mampu menangkap alam Kalimantan dengan penuh kesan eksotismenya, sementara tata musik karya Thoersi Argeswara juga mampu mengisi setiap adegan dengan tambahan emosi yang lebih kuat.
Harus diakui, jika dibandingkan dengan film-film Indonesia lain yang bertema serupa seperti Batas (2011) atau Tanah Air Beta (2010), Tanah Surga… Katanya memiliki nilai kritikan yang jauh lebih tajam. Sayangnya, seiring dengan berjalannya durasi film, Tanah Surga… Katanya menjadi kehilangan fokus, berlarut dalam drama yang kurang mampu tergarap dengan baik dan semakin bertele-tele dalam penyampaian ceritanya. Pun begitu, dukungan keapikan penampilan akting para jajaran pemerannya serta kualitas tata produksi film ini setidaknya tetap mampu membuat Tanah Surga… Katanya menjadi sebuah sajian yang berkualitas untuk disimak. Tidak istimewa, namun jelas sebuah hasil produksi dengan kualitas yang cukup memuaskan.
Tanggal Rilis : 15 Agustus 2012 (Indonesia)
Kualitas Video : VCDrip (BAGUS)
Bintang : Osa Aji Santoso, Fuad Idris
Genre : Drama
Bintang : Osa Aji Santoso, Fuad Idris
Genre : Drama
Senin, 14 Mei 2012
Kakek Cangkul 2012 Movie di Bioskop
Film Kakek Cangkul 2012 | Sinopsis Pemain dan Video Kakek Cangkul Movie di Bioskop Terbaru 2012: Sebuah Film Comedy Horor Indonesia Terbaru "Kakek Cangkul" yang dibintangi Zaky Zimah dan Rizky Mocil, bisa dibilang kelanjutan dari Film Nenek Gayung. Buat sobat yang suka Film horor komedi dan penasaran dengan Film Kakek Cangkul ini, langsung aja baca yah.
Berikut Sinopsis Pemain Video Kakek
Berikut Sinopsis Pemain Video Kakek
Selasa, 20 Maret 2012
Film Nenek Gayung The Movie 2012
Film Nenek Gayung April 2012 | Sinopsis Nenek Gayung The Movie 2012 Terbaru: Film Horor Indonesia Terbaru 2012 diangkat dari kisah nyata tentang mitos "Nenek Gayung" yang sempat heboh di Jakarta akhir tahun 2011. Film terbaru 2012 Indonesia bergenre horor misterikomedi produksi Movie Eight dan Unlimited Production, dibintangi Zaki Zimah, Nikita Mirzani, Yadi Sembako ini segera tayang di Bioskop
Langganan:
Postingan (Atom)

